Kamis, 09 Juli 2015

5 Kesalahan para pria saat pendekatan (PDKT)

Saat pendekatan, pria selalu berusaha untuk tetap berkomunikasi. Tak hanya lewat chatting, telepon juga SMS. Menyenangkan memang. Tetapi, terkadang ada beberapa kesalahan yang dibuat para pria, dan membuat wanita jadi ilfeel. Nah, berikut ini 5 kesalahan para pria saat PDKT:

5 kesalahan pria saat PDKT1. Seperti alarm

Disapa dengan keceriaan atau kalimat manis di pagi hari, oh memang hal yang manis dan mengesankan. Namun bila setiap pagi kamu mengirimi dia SMS selamat pagi, maka bagi si dia lama kelamaan kamu terdengar seperti alarm. Yang ingin dimatikan dan simpan di bawah bantal agar tak mengganggu tidur nyenyak nya.

"Awalnya sih memang manis, tapi sebel juga kalau setiap hari dia kirim SMS selamat pagi. Malah jadi keinget alarm hahaha..." Sofie, 23 tahun

2. Terlalu cepat memanggil 'sayang'

Hanya dalam beberapa hari saja kamu terlarut dalam kedekatan yang manis, dan mendadak kamu memanggil dia dengan 'sayang'. Seharusnya hal tersebut sangat manis dan membuat si wanita tersipu. But, hey! girls are not in a hurry! And they are not gonna get married, soon!

Jadi, slow down. Kita nikmati saja momen-momen manis ini sampai benar-benar ada KLIK!

"Dia lucu, manis, romantis juga. Tiga hari berkomunikasi intens, mendadak dia manggil sayang. Langsung shock aja rasanya. Agak ilfeel juga sih, terlalu cepat kalo menurutku." Endah, 25 tahun

3. Hobby mengutip puisi

Romantis tampaknya bukan sekedar bisa mengutip puisi atau kata-kata manis, bagi wanita jaman sekarang. Sesekali membaca quotes cinta sih memang membuat tersipu, tetapi jika setiap hari harus membaca kalimat-kalimat puitis maka akan membuat perasaan si dia jadi hambar.

So, guys. Mengambil hati para wanita tak perlu setiap hari mengirimkan puisi dan kalimat romantis. Apalagi jika mengutip dari novel atau buku, semata. It's boring!

4. Memaksakan pendapat

Sama-sama jatuh cinta, sama-sama penasaran, tetapi tak harus memiliki pendapat yang sama kan?

Jadi, ketika PDKT atau bahkan sudah berkomitmen lebih, masing-masing masih boleh memiliki pendapat yang berbeda. Bisa jadi malah pendapat tersebut dijadikan bahan berdiskusi dan berbincang yang akan membuat lebih akrab. Yang jelas, tetap harus menghormati pendapat satu sama lain dan tidak merasa paling benar sendiri.

5. Terlalu agresif

Namanya juga PDKT, slowly but sure sajalah. Bukan bermaksud banyak maunya, tetapi memang rasanya tak perlu tergesa-gesa dan menjadi terlalu agresif karena takut kehilangan.

So, apakah langkah-langkah tersebut pernah anda alami???

0 komentar:

Posting Komentar